SMP N 5 Cimahi Batal Study Tour, Orang Tua Siswa Minta Uang Di Kembalikan

CIMAHI –TABLOIDCERDAS.COM – Kegiatan study tour bagi siswa sekolah merupakan aktivitas di luar ruangan kelas untuk belajar mengenai proses suatu hal secara langsung.

Selain menjadi sarana belajar para siswa, kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan rekreasi karena para murid akan mengunjungi beberapa obyek secara langsung.

Proses belajar seperti ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa untuk menjadi bekal pembelajaran ke jenjang selanjutnya.

Dengan dasar itulah ada beberapa SMP Negeri di Kota Cimahi merencanakan dan melaksanakan program study tour.

Informasi yang masuk ke redaksi Tabloid Cerdas , SMP yang  melaksanakan study tour salah satunya adalah SMP Negeri 5 Cimahi, namun kegiatan tersebut meninggalkan permasalahan yang sampai berita ini tulis belum terselesaikan.

Untuk memenuhi fungsi dan tugas sebagai sosial kontrol yang bersih dan berwibawa, transfaran dan akuntable dan harus diperjuangkan sesuai dengan Kode Etik Wartawan Indonesia, Redaksi Tabloid Cerdas sebagai insan jurnalis yang mempunyai hak mencari, memiliki dan menyebarluaskan informasi kepada publik dan tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh SMP Negeri 5 Cimahi , Redaksi melayangkan surat konfirmasi tertulis, sehubungan beberapa kali berkunjung ke sekolah Kepala sekolah SMP 5 Cimahi tidak ada di tempat karena kesibukan.

Melalui jawaban tertulis yang di sampaikan oleh Ketua Komite SMP 5 Cimahi Asep Dana Sukmara S.E.M.Pd dan di dampingi oleh Wakasek Akademik SMP 5 Cimahi Didih Ahmad bahwa  SMP 5 Cimahi membenarkan akan melaksanakan program study tour bagi siswanya.

Menurutnya, kegiatan study tour sudah seijin dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi, dengan tujuan kelas VII rencana awal akan di laksanakan pada tanggal 18 Maret 2020 tujuan ke Cirebon dengan biaya Rp.393.000,00 (tiga ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah) per siswa, sementara untuk Kelas VIII rencana awal akan di laksanakan pada tanggal 20-23 Maret 2020 tujuan ke Yogyakarta dengan biaya Rp.860.000,00 (delapan ratus enam puluh ribu rupiah) per siswa.

Diakuinya, program tersebut gagal total alias batal di laksanakan karena pandemi Virus Covid 19 tidak kunjung selesai. Artinya, uang siswa yang sudah di kumpulkan kepada panitia sudah 1 tahun lebih mengendap.

Hal yang wajar kalau orang tua atau murid menanyakan bahkan meminta uang itu di kembalikan, mungkin ada orang tua yang ekonominya pas – pasan demi study tour anaknya untuk melunasinya pinjam sana pinjam sini.

Namun setelah Tabloid Cerdas gencar mempertanyakan bahkan melayangkan surat konfirmasi tertulis, uang di kembalikan kepada orang tua siswa  25% sisanya akan di kembalikan dengan waktu yang tidak bisa di tentukan.

“Uang sudah di kembalikan 25% namun sisanya masih menunggu,karena uang siswa yang sudah masuk sudah di bayarkan kepada Bus, Hotel dan makan,” ungkapnya.

Sementara itu, orang tua yang anaknya merasa di rugikan kepada media ini melalui telepon mengatakan dan meminta agar uang yang sudah masuk di kembalikan semua.

“Saya meminta agar uang anak saya di kembalikan semua, hasil rapat pada Bulan Desember 2020 katanya akan di kembalikan pada bulan maret 2021, namun sampai sekarang uang tersebut baru di kembalikan 25% ,” ungkap orang tua yang tidak mau di tulis namanya.

Diakuinya,  orang tua sebenarnya hampir semua meminta uang di kembalikan, namun, pihak panitia banyak alasan.

“Sekarang saya harus mengadu ke siapa, agar uang itu bisa di kembalikan semua, ” tegasnya.

Kabid SMP Kota Cimahi Edi Setiadi saat di temui media ini di ruang kerjanya juga mengaminkan ada informasi bahwa Kegiatan study tour SMP Negeri 5 batal di laksanakan karena adanya wabah virus covid 19 bahkan pihaknya juga mendengar uang yang sudah masuk  ke panitia belum di kembalikan.

“Saya juga mendengar permasalahan itu, karena saya baru menjabat Kabid SMP jadi saya tidak tahu persis dari awalnya, namun demikian saya juga sudah menghimbau agar segera di bereskan dan waktu dekat akan saya panggil pihak sekolah,agar permasalahan tidak melebar kemana – mana,” terangnya.

Menanggapi kerugian orang tua akibat batalnya kegiatan Study Tour dan uangnya belum di kembalikan semua oleh pihak SMPN 5 Cimahi,

Ketua Umum LSM KOMPAS RI, Fernando, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melanggar dua pasal Kitab Undang Undang Hukum Pidana, yaitu Pasal 368 dan Pasal 423.

Pasal 368 ancaman hukumannya penjara maksimal sembilan tahun, sedangkan Pasal 423 ancaman hukumannya pidana penjara selama-lamanya enam tahun.

Peraturan Presiden (PerPres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli sudah sangat jelas bahwa Pungutan uang study tour merupakan pungli (Pungutan Liar).

“Jadi apa yang dilakukan oleh pihak SMPN 5 Cimahi sudah jelas melanggar Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli di lingkungan sekolah dan pungutan study tour tersebut tidak memiliki dasar hukum, ” tegasnya.

Maka pungutan ini sangat layak untuk dilaporkan ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Agar saber Pungli yang melakukan penyelidikan terkait pungutan tersebut. Dias/Yudi

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply