Optimasi Peran ORMAS sebagai Sarana Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia sebagai bentuk Partisipasi dalam Pembangunan

Optimasi Peran ORMAS sebagai Sarana Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia sebagai bentuk Partisipasi dalam Pembangunan.

Oleh : Fajar Budhi Wibowo, M.Si Koordinator Umum LSM KOMPAS (Lembaga Swadaya Masyarakat Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi

Keberadaan organisasi diyakini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial guna tercapainya suatu tujuan. Dengan pergerakan khas pola terpimpinnya, dinamika organisasi akan berjalan terarah apabila ditopang dan didukung oleh sumberdaya manusia yang memiliki kualitas didalamnya. Selain sebagai pemanfaat potensi sumberdaya manusia, organisasi pun dapat dijadikan sebagai salah satu sarana peningkatan kapasitas sumberdaya manusia itu sendiri.

Negara, badan usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun kelompok kemasyarakatan bahkan keluarga adalah suatu bentuk organisasi. Dalam menjalankan roda keorganiasiannya, perlu adanya pembagian peran yang dijalankan oleh individu-individu yang memiliki kemampuan dalam pengelolaannya, agar tercipta kedinamisan dan keharmonisan untuk mencapai tujuan bersama.

Disini kita kerucutkan bahasan hanya dalam salah satu segmen organisasi, yaitu Organiasasi Kemasyarakatan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2017 tentang Penerapan PERPPU No. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Dalam Bab I Ketentuan Umum Pasal 1, dalam Undang-Undang ini yang dimasksud dengan Organisasi Kemasyrakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organiasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia elas terungkapkan bahwa salah satu tujuan terbentuknya Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka, salah satu peran ormas adalah diharuskan turut berpartisipasi dalam tercapainya tujuan NKRI tersebut.

Peningkatan Kapasitas SDM ORMAS

Organisasi Kemasyarakatan, baik yang disebut dengan ORMAS, LSM, OKP, Komunitas dan nama lainnya,  terbentuk atas berbagai latar belakang dan tujuan. Tingkat kemampuan individu yang tergabung didalam suatu organisasi sudah tentu akan beragam, dengan perbedaan keahlian, pendidikan dan berbagai hal yang melatarbelakanginya. Keberagaman dan perbedaan tersebut yang akan menjadikan warna pergerakan suatu organisasi dengan segala dinamika dan harmoninya. Agar perbedaan-perbedaan itu tidak menjadi faktor penghambat dalam laju pergerakan organiasi, maka dituntut adanya upaya untuk menjadikan perbedaan yang ada sebagai kekuatan dalam mencapai suatu tujuan sesuai visi dan misi terbentuknya organisasi.

Para organisatoris yang tergabung didalam organisasi kemasyarakatan adalah kader pembangunan yang telah diakui dan sebenarnya telah diberikan tugas pada keberadaanya oleh negara, yaitu  berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk itu, para organisatoris ini harus benar-benar memiliki etos dan citra yang baik agar keberadaanya benar-benar bermanfaat untuk diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengoptimasi potensi individu keorganisasian, baik ditingkat struktural maupun tingkat fungsional. Banyak hal yang dapat dilakukan, dari mulai penyelenggaraan pembinaan, pendidikan, pelatihan dan keterampilan, yang pada pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan porsi dan kedudukan dalam organisasi. Pembinaan dimaksud, sasarannya bisa dilakukan kepada individu-individu yang sudah ada didalam organisasinya (anggota), atau sasaran pembinaan bisa juga dilakukan kepada masyarakat yang bukan atau belum menjadi anggota suatu organisasi.

Salah satu cara yang dianggap efektif dan familiar dalam istilah keorganisasian dalam melakukan pembinaan, dikenal dengan istilah “Pengkaderan”. Pengkaderan adalah suatu proses yang merupakan bagian dari suatu upaya pembentukan individu-individu yang dipersiapkan untuk bersama-sama bergerak dikemudian hari, agar sejalan dan selaras dalam memahami suatu hal untuk mencapai tujuan pada suatu organisasi.

Sasaran pengkaderan bisa kepada internal maupun eksternal organisasi, sudah tentu perlu adanya penyesuaian terhadap tahapan-tahapan dan tingkat takaran materi teoritis maupun praktis serta perlakuaannya. Pengkaderan ini perlu dilakukan agar kelak yang menduduki posisi struktural maupun fungsional organisasi memiliki kapasitas dan kualitas serta kualifikasi yang diperlukan oleh organisasi.

Dalam penjaringan calon anggota, organisasi pun dapat menentukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh individu-individu yang akan bergabung, agar SDM yang bergabung dapat sesuai dengan kriteria yang diperlukan.

Sebagai contoh, setiap orang yang akan bergabung dengan LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi), wajib memenuhi administrasi yang di syaratkan, mengikuti uji kepatutan dan kelayakan serta wawancara serta harus siap menjalankan tugas belajar. Hal tersebut dilakukan untuk menjaring potensi-potensi individu yang sesuai dengan maksud serta tujuan pergerakan organiasi.

Misi Rehabilitasi dengan Peningkatan Kapasitas SDM

Di era post modern ini, pengkaderan para anggota ormas pun harus dilakukan penyesuaian agar memiliki kompetensi dalam pergerakannya. Peran ormas sesuai bidang pergerakannya harus benar-benar teroptimasi dengan dukungan individu-individu yang berkualitas. Mengembalikan fungsi ormas sebagai ruang belajar masyarakat, bukan berarti suatu ormas harus membuka lembaga-lembaga pendidikan formal atau informal, tapi sebagai sarana pendidikan maupun pembelajaran masyarakat yang tergabung didalamnya pada suatu hal yang disesuaikan dengan visi, misi organisasi.

Tidak dipungkiri, disebagian kelompok masyarakat, dunia usaha maupun pemerintahan, ada beberapa yang memberikan stigma negatif pada keberadaan ormas yang ada ditengah-tengah masyarakat di suatu wilayah, meskipun tidak semua ter-labeli seperti itu. Sering didengar, bahwa sebagian orang tersebut menyebut pada suatu organisasi kemasyrakatan dengan sebutan “Preman Berseragam”. Berdasarkan hipotesa yang ada, hal tersebut mungkin saja terjadi dikarena adanya perlakuan-perlakuan dari para oknum aktifis ormas yang kerap terdengar adanya bentrokan, pungli ataupun hal lain yang berakibat pada terciptanya keresahan masyarakat dan dikategorikan pada tindakan-tindakan yang melawan hukum.

Entah benar ataupun tidak pandangan tersebut, ini merupakan “PR” bagi para organisatoris dan aktifis keormasan untuk melakukan kajian atas permasalahan yang ada dan selalu melakukan evaluasi baik kepada internal maupun eksternal diorganisasinya. Karena, apabila menilik pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun peraturan organisasi yang ada, sudah tentu dibarengi dengan visi dan misi mulia dalam terbentuknya suatu organisasi.

Pengikisan paradigma/cara pandang sebagian masyarakat tersebut tidak bisa dilakukan dengan hanya mengutara retorika dan pembelaan dalam bentuk verbal semata, namun harus dilakukan dengan keseriusan melalui aksi nyata. Aksi nyata tersebut bukan hanya berbentuk suatu kegiatan maupun program semisal perguliran bantuan sosial atau kebaikan-kebaikan lainnya, namun harus dilakukan secara mendasar dan dibarengi dengan pemberian pembekalan dan pengetahuan keorganisasian. Diharapkan berbagai pengetahuan yang diperolehnya pada organisasi yang diikuti, dapat ter-implementasi-kan melalui prilaku maupun pola pikir keseharian. Sehingga, insan-insan organisasi tersebut menjadi gambaran dan brand image organisasi ditengah-tengah masyarakat.

Akhirnya, dapat diambil kesimpulan bahwa upaya-upaya dalam mengoptimasi peran ORMAS untuk pembangunan, salah satunya adalah memfungsikan organisasi sebagai sarana untuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, baik secara internal maupun eksternal. Hal tersebut dapat tercapai apabila organisasi diisi dan dijalankan oleh para organisatoris yang memiliki kapasitas serta kualitas. Apabila organisasi diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan dapat menebarkan kemanfaatan akan keberadaannya, maka dengan sendirinya akan terbangun citra positif dimata masyarakat. ***

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply