Satpol PP Cimahi Tegakkan Perda Untuk Pelanggar

 

Cimahi – TABLOIDCERDAS.COM – Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi menggelar Sidang Tindak Pidana Ringan (tipiring) tingkat Kota Cimahi 2020 terhadap masyarakat yang melakukan berjualan tanpa izin. Hal ini terungkap saat sidang tipiring di aula kecamatan cimahi tengah kota cimahi, Senin (9/3/2020).

Mereka yang hari ini terjaring untuk disidangkan, karena tidak bisa menunjukkan perizinan yang berlaku sesuai dengan yang tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 13 tahun 2013 tentang Izin Usaha Perdagangan.

Total yang terjaring, sebanyak 7 bengkel dan sorum yang tidak memiliki ijin usahanya, Dan 15 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar zona merah. Karena dianggap melanggar aturan seperti yang tertuang dalam Perda Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Saat ditemui Usai pelaksanaan sidang, Saputro Handoyo, SH.,MH. Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung mengatakan, persidangan ini merupakan salah satu cara untuk menjalankan penegakan Perda yang sudah ada, agar mereka tidak menganggap Perda itu menjadi ‘Macan ompong’.

“Mereka harus tahu jika melanggar, akan ada sangsi hukum yang sudah di atur didalam Perdan itu sendiri. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi tindakan Satpol PP kota Cimahi. Karena dengan begitu, dengan sendirinya Citra Satpol PP dan Perdanya akan terangkat.” Ucapnya.

Sementara Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Muhammad Faisal mengatakan, penegakan Perda ini ditegakan sebagai bentuk pembinaan kepada mereka yang memiliki usaha, sampai mereka sadar dan menertibkan adiministrasinya. Ujar Faisal.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan, sampai mereka tidak ada lagi yang melanggar dikemudian hari. Mereka yang melanggar hari, yang sudah betul-betul sudah tidak bisa ditolerir.”

Ia menghimbau, bagi masyarakat yang akan memulai usaha hendaknya untuk menempuh terlebih dahulu perijinan yang berlaku.

Untuk sangsinya sendiri, ia menyerahkan putusannya pada hakim yang memimpin persidangan. Sejauh ini katanya, denda yang diberikan untuk pemilik yang tidak berijin dendanya dikenakan dari mulai Rp, 300rb – Rp 3jt rupiah. Sementra untuk PKL dari mulai Rp, 50rb-Rp 300 rupiah.

“Khusus untuk PKL diseputaran Alun-alun Cimahi, bagi yang melanggar dendanya akan dikenakan sebesar Rp 300rb.” karna sekarang jadi jona merah. Tandas Faisal.***

Team Redaksi www.tabloidcerdas.com
Tatang/Agil

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply