Fajar Budhi Wibowo : Miris melihat kenyataan, PSKC mengukir sejarah, Pemkot Cimahi hanya ucapkan sebuah kata “Sabar”

 

Cimahi – TABLOIDCERDAS.COM- Dipenghujung tahun 2019 masyarakat Kota Cimahi dihadiahi kado terindah yang dipersembahkan Persatuan Sepak Bola Kota Cimahi (PSKC) atas lolosnya ke Liga 2, luapan kegembiraan terpancar dari masyarakat pencinta bola Kota Cimahi saat ikut serta datang ke Kota Bogor, hanya sekedar untuk menyaksikan tim sepak bola kesayangan Kota Cimahi.

Hal itu, langsung tersiar kabar di beberapa media massa. Baik cetak maupun Online. Bahkan di beberapa akun media sosial seperti group Whatsap, Facebook, Twiter, dan Instagram.

Yang tidak kalah penting, pergerakan sporadis yang di perlihatkan dan supporter PSKC yang di juluki “Laskar Sangkuriang” maupun “Panser” terus memberikan dukungannya tanpa mengenal lelah. Juga para aktifis yang tergabung di komunitas dan organisasi sosial kemasyarakatan yang sama-sama ambil bagian demi kemajuan tim kesayangannya.

Kesemuanya itu, memancing perhatian Pemkot Cimahi dan para anggota dewan yang sama-sama ingin menyemangati prestasi yang sudah di raih PSKC.

Hal itu bisa di lihat saat tampilnya Walikota Cimahi dan para Wakil Rakyat saat mengiringi, bahkan ada beberapa Wakil Rakyat yang ikut menyaksikan laga PSKC ke Kota Bogor.

Semangat Membara Eddy Moelyo selaku Chairman PSKC di ungkapkan dalam permohonannya untuk mengelola stadion Sangkuriang. “PSKC tidak memerlukan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi, untuk aktifitas dan kegiatannya.”

Namun, beliau mengutarakan bahwa yang PSKC perlukan adalah lapangan sepak bola. Dan itu adalah stadion Sangkuriang. “Kalau saja, Pemkot Cimahi menyetujui serta memberikan kepercayaan, dia siap mencarikan sumber dana non APBD untuk membiayai renovasi dan merestorasi lapangan. “Mungkin cukup tempat duduk dan bentengnya dulu, agar semetara Stadion Sangkuriang menjadi layak pakai dan bisa dijadikan homebase dari PSKC.”

Kini, PSKC telah mampu membuktikan diri kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Cimahi. Itu cukup sebagai bukti keseriusan, hanya ditopang dengan kemandirian serta kekuatan semangat, PSKC berhasil mengukir prestasi yang pantas dibanggakan.

Hanya karena, menunggu harapan yang belum pasti, Stadion Sangkuriang kondisinya semakin memperihatinkan. Sayang, kapasitas yang konon kabarnya bisa menampung 10.000 harus terbengkalai.

Walau niat Pemerintah Kota Cimahi baik, yang memiliki niatan serius untuk membangun dan merevitalisasi Stadion Sangkuriang. Harus terbentur masalah anggaran yang belum di setujui pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Fajar Budhi Wibowo Koordinator Umum LSM KOMPAS saat di mintai tanggapannya mengatakan, ia merasa miris melihat kenyataan seperti ini. Padahal, laga liga 2 sudah dekat. Namun PSKC dipaksa untuk mengerti keadaan yang ada. “satu-satunya pilihan yang diberikan Pemkot Cimahi hanya sebuah kata, yaitu “Sabar”. Kata Fajar

Kalau sudah begitu, pupus sudah harapan PSCK ber-homebase di Stadion Sangkuriang pada laga Liga 2 Tahun 2020 dan sementara, PSKC harus menggunakan stadion di Kota lain sebagai homebase.

“Padahal, sebenarnya salah satu opsi dan kesempatan untuk dapat merenovasi Stadion Sangkuriang sudah ada didepan mata, dengan mengambil peluang tawaran dari “Sang Chairman” PSKC. Ujar Fajar, di Sekretariatnya jalan Hj. Engkim ll Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (07/01/20).

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, kalau pun alasannya kekurang percayaan dan rasa khawatir terkait pengelolaan Stadion Sangkuriang, semestinya Pemkot Cimahi mengoptimalkan dulu fasilitas yang ada. “Yang penting, prinsipnya. Teknis serta non teknis dapat diatur dalam sebuah kesepakatan bersama atau apapun sebutannya.” Tandas dia.

Goal, utamanya PSKC memiliki homebase yang layak pakai di Kota Cimahi, dan itu adalah Stadion Sangkuriang,” Pungkas Fajar.***

Team Redaksi www.tabloidcerdas.com
Reporter/Editor : Tatang/Agil

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply