Target Stunting Turun, Pemkot Cimahi Harus Siap Bantu Gizi Ibu Hamil Dan Balita

Cimahi -TABLOIDCERDAS.COM – Bertepatan dengan hari Ibu, Pemerintah juga berkomitmen untuk menurunkan angka Stunting di Kota Cimahi. Dan untuk itu, Pemerintah harus siap menjalankan delapan aksi Konvergensi. Guna mencegah dan menagani Stunting.

Walau pun stunting di Kota Cimahi mengalami penurunan di tiga tahun terakhir, pada tahun 2017 angka stunting pada balita sebesar 15,74% turun di 2018 menjadi 9,75%, kemudian pada 2019 turun lagi sampai 9,07%.

Hai itu di sampaikan Ajay M. Priatna usai membuka acara Deklarasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kota Cimahi yang berlangsung di gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Minggu (22/12/2019).

Stunting adalah kondisi dimana gagalnya tumbuh kembang pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi pendek untuk ukuran di usianya.

“Biasanya, Itu terjadi saat bayi dalam kandungan dan masa 1000 hari di kehidupannya. Namun, kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun,” jelasnya.

Stunting juga, memberikan dampak yang kurang baik. Karena, ia akan mudah sakit, menjadi berkurangnya kemampuan kognitif, banyak fungsi tubuh yang tidak seimbang, dan gangguan lain-lainnya.

Sebenarnya, Penanganan untuk gizi pada kesehatan hanya mempengaruhi 30 persen, sementara 70 persen penyebab terkait stunting adalah, sanitasi, pola pengasuhan, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, dan situasi politik,” tuturnya.

Hal yang paling penting untuk mencegah stunting sebenarnya, kata dia, bisa dengan terlebih dahulu mempersiapkan gizi yang cukup pada calon ibu. Terutama, saat kondisi hamil, setelah itu program pendampingan seribu hari kehidupannya.

Ajay juga menambahkan, cara pencegahan yang lain adalah memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI. Serta, pemberian pola makan dan asuh, serta sanitasi yang baik kepada anak, papar Ajay.

Jika hal ini di biarkan secara terus- menerus, kata Ajay, Stunting bisa menjadi penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia untuk bersaing di tingkat global. Ini sudah menjadi tanggung jawab semua pihak. maka dari itu, kampanye gerakan pencegahan dan penanganan stunting harus sering di lakukan.

Kata Ajay, Deklarasi pencegahan dan penaggulangan ini langkah awal. Namun, yang lebih penting adalah upaya yang akan dilakukan selanjutnya.

“Masalah gizi, adalah tanggung jawab kita bersama. untuk itu saya mengajak kepada seluruh perangkat daerah, camat, lurah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat termasuk PKK serta ibu-ibu kader untuk berperan serta dalam penaggulangan masalah gizi, terutama stunting ini,” imbau Ajay.

___________________________________________

Team Redaksi www.tabloidcerdas.com
Reporter/Editor :Agil/ Tatang/Wahyudi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply