PWKC Catut Nama Institusi Negara, Kajari Cimahi Geram

Cimahi (TABLOIDCERDAS. COM)  Pokja Wartawan Kota Cimahi (PWKC) terkesan asal tulis nama terhadap jajaran pembinanya, hal tersebut terbukti dengan geramnya Kepala Kejari Cimahi Bapak Harjo, SH,MH setelah melihat namanya tersebar di wilayah Kota Cimahi sebagai Pembina PWKC.

Pencatutan Institusinya menjadi pembina, ini jelas merupakan pelanggaran yang harus diklarifikasi, hal tersebut di sampaikan Kajari kepada Wartawan di kantor Kejari Cimahi, Jl. Sangkuriang, Cimahi, Kamis (03/10).

“Saya merasa keberatan dengan pencatutan nama ataupun instansinya sebagai pembina PWKC, Hal itu, bisa berakibat menjadi presiden buruk jika disalah gunakan. Ini jelas pelanggaran, seharusnya ada pemberitahuan sesuai mekanisme atau prosedur yang ditempuh, apalagi saya tidak tahu persis mereka yang terlibat didalamnya, baik ketua, sekretaris, bendaharanya wartawan atau bukan, apalagi jika kader politik misalnya, kan jadi semrawut,” tegasnya.

Menurutnya, Pokja di Cimahi yang diketahui hanya satu Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) yang diakui secara sah, karena jelas Surat Keputusan (SK) dari Kemenkum dan Ham- RI. Tidak fiktif dan terorganisir secara prosedural.

Seharusnya tidak boleh dibawa ranah politik ke jurnalistik, seperti halnya PWKC, kalau misal ketuanya kader politik pasti ada kepentingan lain yang perlu digarisbawahi, kata dia. Untuk itu, pihaknya akan mensikapi dengan tegas perihal pencatutan nama Kejari.

“Kita perintahkan kasi intel untuk menyelidiki, bahkan memanggil pokja PWKC. Ini bisa dituntut secara hukum, jangan dijadikan kejari tameng untuk kepentingan pribadi, ini jelas salah,” tegas Harjo dengan nada kesal.

Secara tegas, dia meminta pemerintah kota Cimahi untuk tegas menindak  setiap munculnya organisasi yang liar, kata dia. Lebih selektif dalam bermitra dan tetap menjaga kondusifitas.

“Intinya kesbang harus tegas, jangan ada konsfirasi kepentingan. Kalau seperti ini ada dua pokja, tentu harus tegas mana yang mempunyai aspek legalitas yang jelas!, saya tidak akui PWKC karena memang tidak benar,” tandasnya

Sementara itu, Wahyu Sekjen DPP KKJN menyesalkan dengan asal tulisnya Institusi negara oleh PWKC karena bisa menimbulkan konflik kepentingan.

“Ya intinya, jangan sampai KKJN selalu kena getahnya, padahal pencatutan nama tersebut dilakukan oleh PWKC, sedangkan tahunya pokja adalah KKJN, makanya ketuanya harus tahu sejarah bagaimana KKJN itu berdiri, bukan malah mengunting dalam lipatan,” tegas sekjen.

Sampai berita ini di naikkan, pihak PWKC tidak ada yang bersedia di wawancarai.

 

__________________________________________

Team Redaksi www.tabloidcerdas.com
Reporter/Editor : Tatang / Ucu Sudarsa

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply