Jokowi Bagikan Kartu Indonesia Pintar Di Banjar

Banjar (TabloidCerdas) – Presiden RI, Joko Widodo membagikan sebanyak 1.771 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 Program Keluarga Harapan (PKH) di Taman Kota Lapang Bhakti, Kota Banjar, Selasa (16/1). Seperti kunjungan di daerah lain, Jokowi juga memberikan kuis kepada anak-anak. Anak yang berhasil menjawab mendapatkan sepeda yang bisa langsung dibawa pulang. “Hari ini dibagikan KIP sebanyak 1.771 lembar. Semua kartunya diangkat biar kelihatan. Dihitung 1, 2, 3, 4, 5,.. 1.000, betul . Jika tidak dihitung nanti keliru, “ ujar Jokowi kepada warga penerima kartu tersebut.

Jokowi mengharapkan penerima KIP memanfaatkan kartu itu untuk hal yang berguna, seperti pembelian bahan makan yang bergizi atau keperluan anak di sekolah. “Jika gizi anak diperhatikan, hasilnya akan terlihat, anak menjadi cerdas setelah berusia 20 tahun nanti, “ ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Lebih lanjut Presiden berharap KIP digunakan untuk membiayai keperluan anak di sekolah. Misalnya membeli buku, seperti, seragam sekolah hingga tas. “Jangan sampai KIP dipakai untuk beli pulsa. Kalau ada yang ketahuan KIP digunakan untuk beli pulsa, nanti kartunya akan dicabut, “ tutur Presiden RI ketujuh itu.

Adapun rincian besaran KIP, dijelaskannya, untuk SD sebesar Rp. 450 ribu, SMP Rp. 750 ribu, sedangkan SMA, SMK, kelompok belajar (kejar) paket sebesar Rp. 1 juta. Rinciannya di Kota Banjar, dari 1.771 siswa itu meliputi 653 siswa SD, 555 siswa SMP, 119 siswa SMA, 297 siswa SMK dan 147 dari kejar paket A, B dan C. “Saya berpesan supaya dana senilai total Rp. 1,89 juta yang diterima dalam setahun digunakan untuk keperluan pendidikan maupun gizi anak, “ ucapnya.

Seperti biasanya, setiap kunjungan kerja Presiden Jokowi memberikan kuis kepada anak SD. Salah seorang warga Ny. Sumiati diminta ke depan untuk melafalkan Pancasila. Terakhir, kuis diberikan kepada Yuliani siswa SMKN 1 Banjar. Ia diminta menyebutkan tujuh pulau di Indonesia. Ketiga orang tersebut berhasil menjawab secara benar dan berhasil pulang membawa sepeda.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengatakan PKH bisa dicairkan per 1 Februari 2018. “Mudah-mudahan bermanfaat dan barokah. Apakah ibu-ibu yang menerima PKH merasakan bahagia ? tanya Khofifah kepada hadirin dan dijawab dengan kompak , “ Bahagia…., “

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan mengakui selama ini masih ada kemiskinan di wilayah Jawa Barat. Menurutnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2017, terlihat penduduk miskin dengan pengeluaran perkapita dibawah garis kemiskinan berjumlah 394 ribu jiwa. “Jumlah itu menurun dari sebelumnya 8,71 persen per Maret 2017, menjadi 7,83 persen September 2017. Ini penurunan terbesar selama 10 tahun saya menjabat, “ ujar Aher.

Ditambahkannya, selama ini pendidikan di Jabar belum merata. Ia menyebutkan, rata-rata lama sekolah di wilayah perkotaan 9,92 tahun. Sementara di wilayah kabupaten mencapai 7,22 tahun. “Adapun angka partisipasi kasar sekolah menengah tahun 2012 sebesar 67,56 persen. Kemudian tahun 2016 menjadi 72,62 persen, “ ujar Aher.

Dalam kunjungan di Kota Banjar, selain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, Jokowi didampingi Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Kapolda Jawa Barat, Pangdam 3/Siliwangi dan lainnya. Mereka didampingi Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih dan sejumlah pejabat lainnya. (mamay)

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply